The Relational Earth
Program yang mengajak pemuda memahami isu lingkungan bukan hanya sebagai persoalan alam, tetapi juga sebagai persoalan relasi, perspektif, pilihan hidup, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan bumi.
The Relational Earth Project dikembangkan melalui dialog komunitas, reflective toolkit, dan community-led micro action bersama pemuda di Yogyakarta.
Mengapa proyek ini penting?
Krisis lingkungan tidak berdiri sendiri. Ia selalu berhubungan dengan cara manusia membangun relasi, mengambil keputusan, dan memaknai masa depan bersama.
Di banyak konteks, persoalan seperti sampah, banjir, degradasi ruang hidup, atau krisis ekologis masih sering dipahami hanya sebagai persoalan teknis. Padahal, isu-isu tersebut juga berkaitan erat dengan relasi sosial, pilihan kolektif, dan cara manusia menempatkan diri terhadap bumi.
The Relational Earth Project hadir untuk memperluas cara pandang itu. Program ini mengajak anak muda melihat isu lingkungan secara lebih relasional, sekaligus membangun ruang percakapan yang sehat, reflektif, dan relevan dengan kehidupan komunitas.
Salah satu rangkaian utamanya adalah Community Visit 2026, sebuah open call bagi 10 komunitas pemuda di Yogyakarta untuk mengikuti sesi dialog bersama Literaku, mencoba dialogue tool, dan mengembangkan tindak lanjut sederhana berbasis komunitas.
Informasi singkat
- Program: The Relational Earth Project
- Rangkaian utama: Community Visit 2026
- Wilayah: Yogyakarta dan sekitarnya
- Target: 10 komunitas pemuda
Cakupan awal
Apa yang dilakukan proyek ini
The Relational Earth Project dirancang sebagai pengalaman belajar yang partisipatif, reflektif, dan dapat diterapkan kembali di tingkat komunitas.
Sharing session bersama komunitas
Melalui Community Visit 2026, Literaku mengunjungi komunitas terpilih untuk memfasilitasi 1 sesi dialog menggunakan dialogue tool yang dikembangkan dalam proyek ini.
- 1 sesi community visit bersama tim Literaku.
- Konsumsi peserta selama sesi ditanggung.
- Tersedia dukungan transport lokal untuk perwakilan komunitas yang hadir.
Berlangsung
The Relational Earth Youth Council
Setiap sesi menggunakan dialogue tool berbasis simulasi untuk membantu peserta merayakan keberagaman perspektif dalam diskusi sekaligus merefleksikan hubungan manusia dan alam.
- Menggunakan guiding questions dan skenario reflektif.
- Mendorong komunitas melihat isu sosial dan lingkungan secara terhubung.
- Membantu peserta memahami cara menggunakan tool secara mandiri.
Berlangsung
Micro action berbasis komunitas
Agar dampak pembelajaran tidak berhenti pada satu sesi, setiap komunitas mendapat dukungan untuk menjalankan 1 community-led micro action sebagai tindak lanjut dari sharing session.
- Dukungan dana Rp1.000.000 per komunitas.
- Menggunakan dialogue tools dari Literaku sebagai panduan.
- Dapat diintegrasikan ke agenda rutin komunitas.
Akan datang
The Relational Earth Youth Council
Sebagai bagian dari program ini, Literaku Indonesia mengembangkan dialogue tool berbasis simulasi untuk membantu anak muda membangun ruang percakapan yang lebih aman, reflektif, dan relasional.
๐งฉMerayakan perspektif
Tool ini membantu peserta melihat bagaimana sudut pandang yang berbeda dapat membentuk cara kita memahami isu sosial, lingkungan, dan masa depan komunitas bersama.
๐ฌBelajar memfasilitasi
Pada sesi sharing session, perwakilan komunitas akan diperkenalkan langsung dengan alur simulasi, guiding questions, dan cara menggunakan tool ini secara mandiri.
๐ฑBerlanjut jadi aksi
Agar percakapan terus hidup, hasil sharing session dilanjutkan melalui micro action yang dipimpin komunitas dengan menggunakan tools dialog dari Literaku.
Open call community visit 2026
Sebagai bagian dari The Relational Earth Project, kami membuka kolaborasi bagi komunitas pemuda di Yogyakarta dan sekitarnya untuk mengikuti sharing session, session recap, dan micro action berbasis komunitas.
Daftar Open Call Komunitas
Open call ini ditujukan bagi komunitas pemuda berbasis Yogyakarta dan sekitarnya, organisasi atau himpunan mahasiswa, youth collective, maupun inisiatif informal yang ingin belajar bersama, mengikuti sesi dialog bersama Literaku, dan melanjutkan proses tersebut ke dalam aksi sederhana di komunitas masing-masing.
Siapa yang dapat mendaftar
- Komunitas pemuda berbasis Yogyakarta dan sekitarnya.
- Organisasi atau himpunan mahasiswa.
- Youth collective atau inisiatif informal.
- Siap menunjuk minimal satu PIC komunitas untuk koordinasi bersama tim proyek.
Skema dukungan untuk komunitas terpilih
- Sharing Session: 1 sesi community visit bersama tim Literaku menggunakan dialogue tool, dengan konsumsi peserta dan dukungan transport lokal untuk perwakilan komunitas yang hadir.
- Session Recap & Visibility: Literaku akan membuat konten recap bersama komunitas, termasuk collaboration post di Instagram @literaku.id.
- Micro Action Support: dukungan dana Rp1.000.000 untuk menjalankan 1 kegiatan lanjutan selama Mei 2026.
Contoh micro action
Micro action dapat berupa diskusi lanjutan dengan minimal 10 anggota komunitas, integrasi sesi dialog ke agenda rutin seperti book club atau art session, membuka percakapan dengan komunitas lain, atau mengangkat hasil dialog ke dalam konten seperti carousel, reels, atau podcast singkat.
Pertanyaan yang mungkin muncul
Beberapa informasi penting yang dapat membantu komunitas memahami bentuk keterlibatan dalam Community Visit 2026.
Apakah ini program yang berbeda dari The Relational Earth?
Tidak. Community Visit 2026 adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam The Relational Earth Project.
Apakah komunitas harus formal?
Tidak harus. Organisasi mahasiswa, youth collective, kelompok belajar, atau inisiatif informal tetap dapat mendaftar selama memiliki anggota dan PIC yang jelas.
Apa yang didapat komunitas terpilih?
Komunitas akan mendapatkan 1 sesi community visit, konsumsi peserta, dukungan transport lokal untuk perwakilan komunitas, collaboration post recap, dan dukungan dana Rp1.000.000 untuk micro action.
Seperti apa bentuk micro action?
Micro action tidak harus besar. Yang penting relevan dengan aktivitas komunitas, melibatkan anggota dan anak muda lainnya, menghasilkan ruang percakapan yang berlanjut, dan dapat didokumentasikan.

