The Voices of Peace
Program yang mengajak anak muda belajar memahami perbedaan secara lebih reflektif, empatik, dan bertanggung jawab melalui percakapan yang aman, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Funded by the European Union through the Youth Empowerment Fund, in partnership with the Global Youth Mobilization.
Mengapa program ini penting?
The Voices of Peace mengajak anak muda belajar memahami perbedaan dengan pendekatan RASA: Refleksi Persepsi, Akui Posisi, Semai Empati, dan Ambil Aksi.
Dalam banyak percakapan publik, perbedaan pandangan sering cepat berubah menjadi penolakan, stereotip, atau saling meremehkan. The Voices of Peace hadir untuk membantu anak muda membangun cara pandang yang lebih reflektif dan aman dalam menghadapi perbedaan.
Melalui Framework RASA, peserta diajak memeriksa dari mana persepsi mereka datang, menyadari posisi dan privilese yang mereka bawa, menumbuhkan empati terhadap pengalaman orang lain, dan mengambil langkah kecil untuk menciptakan ruang yang lebih aman bagi semua.
Rangkaian kegiatan program ini mencakup Literaku Volunteer, Litera-Club Discussion, Literaku Workshop, dan Community Sharing Session sebagai ruang belajar, praktik, dan kolaborasi bersama anak muda.
Informasi singkat
- Program: The Voices of Peace
- Framework inti: RASA
- Fokus: Belajar memahami perbedaan
- Rangkaian: Volunteer, Discussion, Workshop, Sharing Session
Framework RASA
Rangkaian kegiatan
The Voices of Peace dirancang sebagai pengalaman belajar yang partisipatif, reflektif, dan dapat diterapkan dalam ruang diskusi maupun keterlibatan komunitas.
Literaku Volunteer
Literaku Volunteer menjadi pintu masuk untuk melibatkan anak muda dalam mendukung jalannya program The Voices of Peace melalui peran yang sesuai dengan kapasitas dan keahlian mereka.
- Relawan dari berbagai provinsi ikut terlibat dalam mendukung program.
- Peran relawan mencakup Content Writing, Program, Graphic Designer, dan Facilitator.
- Menjadi ruang belajar awal tentang komunikasi, fasilitasi, dan kolaborasi damai.
Sudah selesai
Litera-Club Discussion
Litera-Club Discussion membuka ruang belajar bersama untuk membahas isu sosial, keberagaman, dan perdamaian melalui percakapan yang reflektif dan terfasilitasi.
- Menggunakan semangat RASA dalam proses berdiskusi.
- Membuka ruang bagi pengalaman dan pandangan yang beragam.
- Menjadi tempat lahirnya refleksi dan cerita para pemuda dari berbagai latar belakang.
Sedang berlangsung
Literaku Workshop
Literaku Workshop dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta tentang keberagaman, perbedaan perspektif, dan dialog yang lebih reflektif melalui pendekatan luring.
- Dialog tatap muka yang lebih mendalam.
- Pendekatan reflektif dan kreatif untuk belajar bersama.
- Secara khusus berfokus pada mencegah pemikiran majoritarianisme yang membahayakan.
Akan datang
Community Sharing Session
Community Sharing Session menjadi ruang perjumpaan untuk belajar dari pengalaman, praktik, dan cara pandang komunitas yang berbeda dalam membangun ruang damai.
- Mempertemukan komunitas anak muda dari berbagai bidang.
- Mendorong pertukaran pengalaman secara aman dan terbuka.
- Menjadi ruang lanjutan untuk memperluas pembelajaran RASA ke skala komunitas.
Akan datang
Belajar Memahami Perbedaan dengan RASA
Framework RASA membantu peserta merefleksikan persepsi, menyadari posisi, menumbuhkan empati, dan mengambil langkah kecil agar ruang percakapan menjadi lebih aman untuk semua.
🪞Refleksi Persepsi
“Apa yang kulihat sekarang adalah kebenaran objektif atau cuma ‘kebenaran versiku’? Jangan-jangan pendapatku terbentuk karena algoritma medsos atau orang-orang yang sepemikiran denganku.”
📍Akui Posisi
“Aku bicara sebagai siapa sekarang? Sebagai orang kota? Laki-laki? Atau orang yang punya akses internet lancar? Aku perlu sadar bahwa posisiku memberi kenyamanan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.”
🌱Semai Empati
“Kalau aku hidup dalam situasi mereka, dengan tekanan dan sejarah yang mereka punya, apakah aku akan tetap berpikir seperti sekarang?”
👣Ambil Aksi
“Setelah tahu banyak sudut pandang, apakah aku masih mau bersikap sama? Langkah kecil apa yang bisa kita ambil supaya ruang ini menjadi lebih aman untuk semua orang?”
Pada tahap inilah, Literaku Indonesia mengajak para pemuda untuk mengambil langkah nyata di lingkungan masing-masing. Dari mulai membagikan hasil refleksinya, menginisiasi diskusi lintas perspektif, maupun melakukan inisiatif sosial sederhana di sekitarnya.
TOPIK LITERA-CLUB dan WORKSHOP 2026
Mengapa Kita Terjebak dalam Lingkaran Informasi yang Sama?
Sesi ini akan membedah bagaimana lingkungan informasi, media sosial, dan algoritma dapat mempengaruhi cara kita memahami suatu isu.
Apakah Seseorang Bisa Benar-benar Objektif?
Sesi ini akan membahas bagaimana pengalaman hidup, latar belakang sosial, serta nilai yang kita pelajari dapat memengaruhi cara kita menilai suatu isu.
Bagaimana Dunia Terlihat dari Sudut yang Berbeda?
Peserta diajak untuk mengeksplorasi konsep perspective-taking serta
bagaimana kemampuan melihat suatu isu dari sudut pandang orang lain dapat membantu membangun empati dalam percakapan sosial.
Merayakan Keberagaman dengan RASA
Sesi penutup ini akan merefleksikan pembelajaran dari seluruh rangkaian diskusi melalui framework RASA, yang digaungkan oleh Literaku Indonesia. Peserta akan mendiskusikan bagaimana pendekatan ini dapat digunakan untuk merawat dialog yang lebih terbuka serta merayakan keberagaman perspektif dalam kehidupan sehari-hari.





