Relawan The Voices of Peace 2026: Wajah Beragam yang Menjaga Ruang Dialog

Volunteer Selection Annoucement (1)

Pengumuman Relawan The Voices of Peace

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, kami akhirnya bisa berbagi kabar gembira: sekelompok anak muda dengan latar belakang yang beragam telah terpilih menjadi relawan The Voices of Peace 2026. Mereka datang dari berbagai kota, jalur pendidikan, dan komunitas yang berbeda, membawa pengalaman hidup yang unik, namun dipertemukan oleh satu hal yang sama: keinginan untuk merawat ruang dialog dan belajar hidup #DenganDamai.

 

Proses seleksi: mencari keberagaman, bukan keseragaman

Sejak formulir pendaftaran dibuka, kami menerima berbagai pendaftar dengan cerita dan motivasi yang berbeda-beda. Tim kemudian menelaah setiap formulir dengan beberapa pertimbangan utama:

  • Motivasi pribadi untuk terlibat dalam kerja-kerja perdamaian dan pendidikan kritis.
  • Pengalaman hidup atau keterlibatan di komunitas yang menunjukkan kepedulian pada isu keberagaman, inklusi, dan keadilan sosial.
  • Upaya menghadirkan keberagaman latar belakang (termasuk daerah asal, identitas, dan pengalaman sosial) agar tim relawan merepresentasikan spektrum cerita yang luas, bukan hanya satu kelompok saja.

Kami menyadari bahwa tidak ada proses seleksi yang benar-benar sempurna. Namun, sebisa mungkin kami berusaha agar tim relawan ini menjadi ruang belajar lintas latar belakang, di mana setiap orang bisa saling mengasah empati, mendengar, dan bertumbuh bersama.

Relawan terpilih (disusun berdasarkan abjad dalam tiap peran):

Program

  • Abigail Amankila Adyoni
  • Salsabilla Faiqah

Graphic Designer

  • Anugrah Palesang Pasinggi
  • Dimas Yoga Aryanto

Facilitator

  • Ari Bagus Setiawan
  • Giovanni Imanuel Pebakirang
  • Ida Bagus Adi Nugraha
  • Rachmania Utami Tsalasa Putri
  • Sarah Ainun M. R.
  • Sarah Syarif
Masing-masing akan memegang peran yang berbeda—mulai dari mengelola alur program, merancang visual, hingga memfasilitasi percakapan di ruang-ruang dialog. Namun pada dasarnya, semua akan belajar untuk menjadi penggerak perdamaian di lingkupnya masing-masing.
 
Apa yang akan mereka lakukan?
Sepanjang program, para relawan akan:
  • Mengikuti sesi pembelajaran tentang komunikasi nirkekerasan, bias, dan kerja kolaboratif #dengandamai.
  • Mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan The Voices of Peace, mulai dari sesi diskusi, workshop kreatif, hingga dokumentasi cerita.
  • Mengolah pengalaman pribadi dan pengalaman peserta menjadi refleksi maupun karya yang bisa dibaca dan dilihat publik (termasuk melalui rubrik “Cerita & Refleksi” di situs Literaku Indonesia).
Dengan cara ini, relawan tidak hanya “membantu acara”, tetapi juga mengembangkan cara pandang baru tentang perdamaian sebagai praktik sehari-hari: bagaimana kita berbicara, mendengar, dan mengambil keputusan bersama. The Voices of Peace sendiri merupakan program youth-led yang diinisiasi oleh Literaku Indonesia sebagai bagian dari ekosistem #DenganDamai.
 
Terima kasih untuk seluruh pendaftar
Bagi teman-teman yang belum berkesempatan terpilih pada batch ini, kami sangat berterima kasih atas waktu, energi, dan keberanian yang sudah kamu tunjukkan dengan mendaftar. Setiap cerita dan alasan yang kalian tulis di formulir pendaftaran menjadi pengingat bahwa ada banyak anak muda di Indonesia yang siap bergerak untuk membangun ruang yang lebih aman dan manusiawi. Kami berharap akan ada kesempatan lain untuk berproses bersama di program Literaku berikutnya.
 
Catatan penutup: tentang dukungan program
The Voices of Peace 2026 didukung oleh Youth Empowerment Fund, sebuah kemitraan antara European Union dan Global Youth Mobilization, yang merupakan inisiatif dari Big Six Youth Organisations. Kami berharap, melalui pertemuan antara relawan, peserta, dan komunitas di Indonesia, akan lahir lebih banyak cerita tentang bagaimana anak muda memilih untuk hidup dan bergerak dengan damai (bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai praktik relasi sehari-hari).